Apotek Dilarang Jual Obat Lebihi HET

Apotek Dilarang Jual Obat Lebihi HET

Kementerian Kesehatan mewajibkan apotek menjual obat generic tidak melebihi Harga Eceran Tertingngi (HET). Terhadap pabrik obat dan pedagang besar farmasi juga harus mematok harga obat.

“Harga netto dan PPN sebagai patokan harga tertinggi di apotek,” kata Tri Tarayati, Kepala Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan, Minggu (7/2).

Ia menyebutkan, upaya  itu untuk menjamin kemampuan konsumen, ketersediaan dan pemerataan obat generik. Pabrik obat dan pedagang besar farmasi (PBF) dapat menambah biaya distribusi maksimum 5 persen untuk Regional I-II, 10 persen untuk Regional III dan 20 persen untuk   Regional IV.

Regional I meliputi DKI Jakarta, Jabar, Jateng,  Yogyakarta, Jatim, Bali, Lampung dan Banten. Regional II yaitu Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Kep.  Riau, Bangka Belitung dan NTB.

Regional III, Aceh, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sultengah, Sulsel, Sultenggara, Sulbar, dan Gorontalo. Sedangkan Regional IV meliputi NTT,  Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

453 ITEM OBAT

Ada 453 item obat generik yang dimaksud. Di antaranya obat malaria ACT (Artesunate tablet 50 mg + Amocliaquine anhydrida tablet 200 mg, kemasan 2 blister @ 12 tablet/kotak) dengan harga netto apotek (HNA)+ Pajak Penambahan Nilai (PPN) Rp 33.000, sehingga HET Rp 41.250.

Obat maag Aluminium Hidroksida 200 mg, Magnesium Hidroksida 200 mg, kemasan botol 1000 tablet kunyah, dengan HNA+PPN Rp 30.530, sehingga HET Rp 38.163.

Antasida DOEN 1 tablet kunyah (kombinasi: Aluminium Hidroksida 200 mg, Magnesium Hidroksida 200 mg, kotak 10×10 tablet kunyah) dengan harga HNA+PPN sebesar Rp 9,117,   HET Rp 11.396.

Kemudian penghilang sakit Antimigren (Ergotamin Tartrat 1 mg + Kofein 50 mg, kemasan botol 100 tablet, dengan harga HNA+PPN Rp 10.280, HET Rp 12.850. Diazepam tablet 2 mg (kemasan botol 1000 tablet) harga HNA+PPN Rp 19.800,  HET Rp 24.750.

“Dengan berlakunya keputusan ini, maka Keputusan Menteri No. 302/Menkes/SK/III/2008 tentang harga obat generik dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi,” kata Tari, panggilan akrab Tri Tarayati.

(Sumber : Pos Kota)
Parent Category: Artikel & Konten
Category: Berita Farmasi