• Headline News
  • Keluarga Sadar Obat
  • Informasi KTA

Hari Apoteker Se-Dunia 25 September

Hari Apoteker Sedunia Jika Anda adalah masyarakat yang belum sepenuhnya mengenal Apoteker, hari ini, di moment Hari Farmasi Sedunia, mari kita mengenal lebih dalam tentang Apoteker.

Kebanyakan orang mungkin berpikir jika Apoteker hanyalah sebuah profesi yang berperan menjaga sebuah apotek. Sesederhana itulah banyak orang menafsirkan profesi Apoteker.Tanpa mereka ketahui, Apoteker adalah seseorang yang berada di belakang pil, kapsul, tablet yang Anda telan setiap kali Anda jatuh sakit. Apoteker juga merupakan tenaga professional, yang berperan dalam pengembangan dunia kesehatan di dunia.

Read More

GKSO Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan sekaligus mencerdaskan masyarakat dalam berperilaku sehat, khususnya terkait dengan obat. Secara nasional gerakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh profesi apoteker di Indonesia walaupun sebenarnya upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang obat telah banyak dilakukan baik secara individu oleh apoteker maupun secara kelompok bahkan secara resmi oleh institusi terkait.

Dengan demikian gerakan ini merupakan akumulasi dinamika profesi apoteker yang menyadari pentingnya melakukan gerakan secara nasional untuk mempercepat tercapainya kondisi masyarakat yang sadar dan selanjutnya menjadi cerdas serta mampu secara mandiri melakukan perilaku sehat dan bertanggung jawab, khususnya terkait dengan obat.

Read More

ANGGARAN RUMAH TANGGA
KARTU TANDA ANGGOTA

Pasal 61

  1. Kartu Tanda Anggota dibuat dan menjadi tanggungjawab Pengurus Daerah
  2. Kartu Tanda Anggota tampak depan minimal memuat nama, nomor anggota, masa berlaku dan alamat rumah anggota
  3. Kartu Tanda Anggota tampak belakang memuat logo, nama dan alamat Ikatan serta ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.
  4. Penerbitan Kartu Tanda Anggota dapat bekerjasama dengan pihak lain.
  5. Ketentuan mengenai Kartu Tanda Anggota diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi.

 

Read More

Sindikat Pembuat Obat Palsu di Depok

Counterfeit_Drugs

Sindikat Pembuat Obat Palsu di Depok

Rabu, 26 Januari 2011- Depok. Pabrik obat palsu beromzet puluhan juta rupiah digerebek petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polresta Depok. Puluhan ribu obat berbagai jenis dan merek disita berikut dua tersangka pengelola As,26, dan DS,30,diamankan polisi.

Kapolresta Depok, Kombes Ferry Abraham, menyatakan tersangka merupakan bagian dari sindikat pembuat obat palsu dengan cara obat kadaluarsa kembali dikemas dengan kemasan dipesan dari percetakan daerah Senen, Jakarta Pusat. Botol dan penutup dibeli dari wilayah Cibinong, Bogor.

"Tanggal kadaluarsanya dikerok dan dicetak kembali dengan alat yang mereka punya. Caranya sangat sederhana, hanya menggunakan mesin cetak manual. Mesinnya juga ikut kami sita," katanya didampingi Kasatreskrim Kompok Ade Rahmad Idnal di Aula Polres Depok, Selasa (25/1). "Kami masih mengejar tiga lainnya, pemasok dan penjual. Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan Depok untuk merazia obat di toko obat."

Terungkapnya berawal dari informasi warga yang curiga aktifitas rumah selama tiga tahun terakhir di Kampung Cimpaeun RT 001/04, Kel. Cimpaeun, Kec. Tapos. Pabrik yang dikelola As, yang ahli meracik otodidak karena pernah bekerja enam tahun sebagai apoteker, dengan raihan keuntungan mencapai Rp 5juta/bulan, sangat tertutup dan melapor ke polisi..

Singkatnya, polisi menggerebek setelah As tak bisa menunjukkan surat izin usaha. Sewaktu digeledah petugas mendapati ratusan ribu obat-obatan berbagai jenis dan merek termasuk botol dan kemasan kardus obat disita..Sedikitnya 12 macam obat disita di antaranya obat batuk, vitamin suplemen hingga susu bubuk untuk penyakit diabetes.

As dan Ds menjelaskan obat-obat kadaluarsa didapat dari pengusaha barang bekas di sejumlah daerah seperti Jakarta, Depok dan Bogor. Setelah dikemas, tersangka menjual obat itu ke sebuah pasar pinggir jalan di Jatinegara. "Sasaran mereka konsumen ekonomi rendah. Pelaku dijerat pasal 196 jo 197 Undang Undang No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancanam hukuman 15 tahun penjara.,"

Sumber Kompas

Parent Category: Artikel & Konten
Category: Berita Farmasi

Upcoming Events