Sindikat Pembuat Obat Palsu di Depok

Counterfeit_Drugs

Sindikat Pembuat Obat Palsu di Depok

Rabu, 26 Januari 2011- Depok. Pabrik obat palsu beromzet puluhan juta rupiah digerebek petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polresta Depok. Puluhan ribu obat berbagai jenis dan merek disita berikut dua tersangka pengelola As,26, dan DS,30,diamankan polisi.

Kapolresta Depok, Kombes Ferry Abraham, menyatakan tersangka merupakan bagian dari sindikat pembuat obat palsu dengan cara obat kadaluarsa kembali dikemas dengan kemasan dipesan dari percetakan daerah Senen, Jakarta Pusat. Botol dan penutup dibeli dari wilayah Cibinong, Bogor.

"Tanggal kadaluarsanya dikerok dan dicetak kembali dengan alat yang mereka punya. Caranya sangat sederhana, hanya menggunakan mesin cetak manual. Mesinnya juga ikut kami sita," katanya didampingi Kasatreskrim Kompok Ade Rahmad Idnal di Aula Polres Depok, Selasa (25/1). "Kami masih mengejar tiga lainnya, pemasok dan penjual. Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan Depok untuk merazia obat di toko obat."

Terungkapnya berawal dari informasi warga yang curiga aktifitas rumah selama tiga tahun terakhir di Kampung Cimpaeun RT 001/04, Kel. Cimpaeun, Kec. Tapos. Pabrik yang dikelola As, yang ahli meracik otodidak karena pernah bekerja enam tahun sebagai apoteker, dengan raihan keuntungan mencapai Rp 5juta/bulan, sangat tertutup dan melapor ke polisi..

Singkatnya, polisi menggerebek setelah As tak bisa menunjukkan surat izin usaha. Sewaktu digeledah petugas mendapati ratusan ribu obat-obatan berbagai jenis dan merek termasuk botol dan kemasan kardus obat disita..Sedikitnya 12 macam obat disita di antaranya obat batuk, vitamin suplemen hingga susu bubuk untuk penyakit diabetes.

As dan Ds menjelaskan obat-obat kadaluarsa didapat dari pengusaha barang bekas di sejumlah daerah seperti Jakarta, Depok dan Bogor. Setelah dikemas, tersangka menjual obat itu ke sebuah pasar pinggir jalan di Jatinegara. "Sasaran mereka konsumen ekonomi rendah. Pelaku dijerat pasal 196 jo 197 Undang Undang No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancanam hukuman 15 tahun penjara.,"

Sumber Kompas

Parent Category: Artikel & Konten
Category: Berita Farmasi