• Headline News
  • Keluarga Sadar Obat
  • FAPA 2014
  • Informasi KTA

Hari Apoteker Se-Dunia 25 September

Hari Apoteker Sedunia Jika Anda adalah masyarakat yang belum sepenuhnya mengenal Apoteker, hari ini, di moment Hari Farmasi Sedunia, mari kita mengenal lebih dalam tentang Apoteker.

Kebanyakan orang mungkin berpikir jika Apoteker hanyalah sebuah profesi yang berperan menjaga sebuah apotek. Sesederhana itulah banyak orang menafsirkan profesi Apoteker.Tanpa mereka ketahui, Apoteker adalah seseorang yang berada di belakang pil, kapsul, tablet yang Anda telan setiap kali Anda jatuh sakit. Apoteker juga merupakan tenaga professional, yang berperan dalam pengembangan dunia kesehatan di dunia.

Read More

GKSO Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan sekaligus mencerdaskan masyarakat dalam berperilaku sehat, khususnya terkait dengan obat. Secara nasional gerakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh profesi apoteker di Indonesia walaupun sebenarnya upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang obat telah banyak dilakukan baik secara individu oleh apoteker maupun secara kelompok bahkan secara resmi oleh institusi terkait.

Dengan demikian gerakan ini merupakan akumulasi dinamika profesi apoteker yang menyadari pentingnya melakukan gerakan secara nasional untuk mempercepat tercapainya kondisi masyarakat yang sadar dan selanjutnya menjadi cerdas serta mampu secara mandiri melakukan perilaku sehat dan bertanggung jawab, khususnya terkait dengan obat.

Read More

fip bangkok 2014 2Hi Everyone,
You must be getting ready for the Congress of The Year- 25th FAPA CONGRESS 2014! We in Kota Kinabalu are getting ready 'to roll out the red carpet' and accord you all a 'royal welcome'. Some specials to look forward to:
Scientific Sessions with top- notch speakers from many Countries including UK, USA, AUSTRALIA, TAIWAN, HONG KONG, SINGAPORE, PHILLIPINES, JAPAN, KOREA, and others. There are about 23 leading presenters from different disciplines. 20 CPD points will be allotted to Malaysian delegates.There will be a ribbon – cutting ceremony on 9th October 2014 at 1:00pm for the Poster Exhibition

Interesting social events including the colourful Opening Ceremony when the key note address will be presented by our Special VVIP speaker in the person of the Minister of Health YB DATUK SERI DR S SUBRAMANIAM.

Read More

ANGGARAN RUMAH TANGGA
KARTU TANDA ANGGOTA

Pasal 61

  1. Kartu Tanda Anggota dibuat dan menjadi tanggungjawab Pengurus Daerah
  2. Kartu Tanda Anggota tampak depan minimal memuat nama, nomor anggota, masa berlaku dan alamat rumah anggota
  3. Kartu Tanda Anggota tampak belakang memuat logo, nama dan alamat Ikatan serta ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.
  4. Penerbitan Kartu Tanda Anggota dapat bekerjasama dengan pihak lain.
  5. Ketentuan mengenai Kartu Tanda Anggota diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi.

 

Read More

Jadwal Konferda

PD IAI Jawa Tengah - 10 Mei 2014 - Hotel Patrajasa, Semarang

PD IAI Bali - 11 Mei 2014 - Nikki Hotel, Denpasar

PD IAI SUMBAR - 17 Mei 2014 - Basco Hotel, Padang

PD IAI Jawa Barat - 21 Juni 2014 - Hotel Horison, Bandung

PD IAI Jawa Timur - 15-16 Agustus 2014 - Hotel Garden Palace, Surabaya

PD IAI Sulawesi Tenggara - 21 Juni 2014 - Hotel Grand Clarion Kendari

PD IAI Sulawesi Utara - 22-23 Agustus 2014 - Sintesa Peninsula Hotel, Manado

PD IAI DKI Jakarta - 30 Agustus 2014 - Hotel Grand Cempaka, Jakarta

PD IAI Kalimantan Selatan - 30 Agustus 2014 - Hotel Royal Jelita, Banjarmasin

PD IAI Sulawesi Selatan - 31 Agustus 2014 - Hotel Grand Asia, Makassar

PD IAI Bangka Belitung - 06 September 2014 - Novotel Bangka Hotel & Convention Center, Pangkalpinang

PD IAI Aceh - 13 September 2014 - Aula AKFAR PEMDA ACEH, Banda Aceh

PD IAI Kalimantan Tengah - 13-14 September 2014 - Aquarius Boutique, Palangka Raya

5 Hal Penyebab Osteoarthritis

5 Hal Penyebab Osteoarthritis

  

osteoarthritisSendi sebagai penopang tubuh selain tulang harus dalam kondisi prima agar gerak badan tidak terganggu. Tapi ada beberapa faktor dan kebiasaan yang bisa menggerogoti sendi yang kadang tidak menjadi perhatian orang.


Sendi merupakan suatu penghubung antara ruas tulang yang satu dengan ruas tulang lainnya. Fungsi sendi ialah untuk memungkinkan kedua tulang dapat digerakkan. Arah dan kuantitas gerakan tulang ditentukan oleh jenis persendian.


Secara alami sendi memang menanggung banyak beban. Tapi jika berat badan berlebihan atau tekanan berat pada sendi terjadi terus-menerus, maka sendi akan menanggung beban di luar kemampuannya, yang akhirnya bisa merusak rawan sendi.


"Hal tersebut bisa menyebabkan robekan-robekan kecil pada rawan sendi. Saat masih muda secara alami tubuh bisa memperbaikinya. Tapi kalau usianya semakin tua dan robekan makin parah, maka tulang bisa saling menempel dan menyebabkan osteoarthritis," jelas Dr dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (15/4/2011).


Setidaknya ada 5 hal yang bisa menggerogoti sendi dan dapat menyebabkan osteoarthritis:

  1. Berat badan berlebihan atau obesitas
  2. Penggunaan dan penekanan berlebih pada sendi, seperti terlalu lama bersimpuh, sering mengangkat beban berat, sering naik turun tangga.
  3. Merokok dan terlalu sering minum kopi, karena rokok dan kopi bisa mengurangi kemampuan tulang menyerap kalsium.
  4. Olahraga berat dan berlebihan. Untuk menghindarinya lakukan stretching dan latihan otot sebelum melakukan olahraga.
  5. Kekurangan nutrisi, seperti kalsium, vitamin D, mineral, protein, makanan yang mengandung glukosamin dan air.


Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang dan mencegah tulang dari keretakan saat bergerak.


Untuk mencegah terjadinya osteoarthritis karena sendi mengalami beban di luar kemampuannya, Dr Aris memberikan beberapa cara pencegahan, antara lain:

  1. Jaga berat badan tetap ideal
  2. Perkuat otot penyangga dengan olahraga seperti berenang
  3. Perhatikan apakah beban pada sendi berlebihan (detikhealth)

 

 

 

Mana Lebih Aman Buat Sendi: Naik Tangga atau Turun Tangga?

 

Ketika naik tangga orang biasanya lebih suka menggunakan lift atau eskalator, sedangkan saat turun tangga orang masih mau melakukannya. Jangan cuma turun tangga saja yang disukai karena naik tangga justru lebih aman buat melatih tulang sendi.


Ketika Anda ketika turun tangga tulang sendi harus menanggung beban 5 kali lebih besar dari berat tubuh.

Sendi merupakan anggota tubuh yang secara terus menerus mengalami tekanan. Saat berjalan, tekanan pada sendi mencapai 2 kali berat tubuh, saat naik tangga meningkat hingga 3 kali dan saat turun tangga tekanan yang dialami sendi mencapai 5 kali dari berat tubuh.


"Itu karena gaya grativasi. Ketika naik tangga maka beban pada sendi lebih kecil dari turun tangga. Apalagi buat orang yang gemuk, maka tekanan pada sendinya lebih besar lagi," jelas Dr dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, dari Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto.


Menurut Dr Aris, hal tersebut terjadi karena kemampuan tubuh mensintesa glukosamin berkurang. Selain itu, dengan bertambahnya usia maka sel-sel kolagen juga berkurang.


Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang dan mencegah tulang dari keretakan saat bergerak. (detikhealth)

 

 

 

Jika Tulang Butuh Kalsium, Sendi Butuh Glukosamin

 

Selama ini banyak orang mengenal pentingnya menjaga kekuatan tulang dengan mengonsumsi kalsium, tapi hanya sedikit yang mengenal pentingnya menjaga kekuatan sendi. Jika tulang membutuhkan kalsium, maka sendi membutuhkan glukosamin agar bebas bergerak.


Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang dan mencegah tulang dari keretakan saat bergerak.

Secara alami sebenarnya glukosamin ditemukan di dalam tubuh, tetapi kemampuan tubuh untuk mensintesa glukosamin akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan ini dapat menyebabkan penyakit degeneratif osteoarthritis.


Kolagen dan proteoglikan, lanjut Dr Aris, merupakan komponen utama yang membuat sendi menjadi licin dan memudahkan orang untuk bergerak.


"Kolagen merupakan serat-serat protein yang merupakan kekuatan sendi, sedangkan proteoglikan terdiri dari glukosaminoglikan dan kondroitin sulfat yang merupakan suplemen yang dibutuhkan untuk perbaikan sendi yang terganggu," jelas Dr Aris.


Kerusakan rawan sendi biasanya paling banyak terjadi karena disebabkan oleh beban tubuh berlebih dan penggunaannya yang berlebihan.


"Seperti pekerja tambang yang sering menggunakan alat berat, biasanya berisiko untuk rusak sendi bahu, pemain tenis dan golf di sendi lengan, orang yang sering bersimpuh pada sendi lutut dan orang yang kelebihan berat badan sering mengalami gangguan rawan sendi," jelas Dr Aris.


Secara normal, rawan sendi memiliki permukaan yang licin. Biasanya terjadi robekan-robekan kecil yang kemudian dapat diperbaiki oleh tubuh sendiri. Tetapi seiring bertambahnya usia, robekan-robekan tersebut tidak bisa lagi diperbaiki oleh tubuh karena kemampuan mensintesa glukosamin berkurang. Selain itu, dengan bertambahnya usia maka sel-sel kolagen juga berkurang.


"Makin lama makin parah sehingga menyebabkan nyeri. Kalau sudah sangat parah, tulang akan menempel dan sulit digerakkan. Inilah yang disebut osteoarthritis," tutur Dr Aris.


Untuk itu, asupan glukosamin dibutuhkan terutama saat tubuh membutuhkannya dalam jumlah banyak padahal produksinya telah berkurang seiring dengan pertambahan usia.


"Penggunanaan glukosamin sebenarnya sudah sangat umum, bahkan kalau di Amerika Serikat di apotik itu glukosamin lebih banyak daripada Viagra," jelas dr Muliaman Mansyur, Medical Marketing Manager PT Fonterra Brands Indonesia.


Menurutnya, glukosamin bisa didapatkan dari asupan susu yang mengandung glukosamin, suplemen glukosamin dan beberapa makanan seperti kerang-kerangan dan daging. (detikhealth)

Parent Category: Artikel & Konten
Category: Berita Farmasi

Upcoming Events