Obat Bebas dan Bebas Terbatas

Obat Bebas dan Bebas Terbatas

images11_tgl_141008 obat.jpgKesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (Undang - Undang No. 23 tahun 1992). Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

 

 

INFORMASI UMUM OBAT

Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi (Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992).

 

Penggolongan Obat

Obat dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu : 

1. Obat Bebas

hijau.jpgObat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh : Parasetamol

2. Obat Bebas Terbatas
biru.jpgObat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh : CTM
3. Obat Keras dan Psikotropika

merah.jpgObat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh : Asam Mefenamat
Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh : Diazepam, Phenobarbital
4. Obat Narkotika
putih.jpgObat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin

Sebelum menggunakan obat, termasuk obat bebas dan bebas terbatas harus diketahui sifat dan cara pemakaiannya agar penggunaannya tepat dan aman.  Informasi tersebut dapat diperbolehkan dari etiket atau brosur pada kemasan obat bebas dan bebas terbatas.

 

Informasi Kemasan, Etiket dan Brosur

Sebelum menggunakan obat, bacalah sifat dan cara pemakaiannya pada etiket, brosur atau kemasan obat agar penggunaannya tepat dan aman.

Pada setiap brosur atau kemasan obat selalu dicantumkan:

•  Nama obat

•  Komposisi

•  Indikasi

•  Informasi cara kerja obat

•  Aturan pakai

•  Peringatan (khusus untuk obat bebas terbatas)

•  Perhatian

•  Nama produsen

•  Nomor batch/lot

•  Nomor registrasi

Nomor registrasi dicantumkan sebagai tanda ijin edar absah yang diberikan oleh pemerintah pada setiap kemasan obat.

•  Tanggal kadaluarsa

 

Tanda peringatan

Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, berupa empat persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang

5 (lima) centimeter, lebar 2 (dua) centimeter dan memuat pemberitahuan berwarna putih sebagai berikut :

images10_tgl_141008 peringatan.jpgimages10_tgl_141008 peringatan-2.jpg

Cara Pemilihan Obat

Untuk menetapkan jenis obat yang dibutuhkan perlu diperhatikan :

a) Gejala atau keluhan penyakit

b) Kondisi khusus misalnya hamil, menyusui, bayi, lanjut usia, diabetes mellitus dan lain-lain.

c) Pengalaman alergi atau reaksi yang tidak diinginkan terhadap obat tertentu.

d) Nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara pemakaian, efek samping dan interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur obat.

e) Pilihlah obat yang sesuai dengan gejala penyakit dan tidak ada interaksi obat dengan obat yang sedang diminum.

f) Untuk pemilihan obat yang tepat dan informasi yang lengkap, tanyakan kepada Apoteker.

 

Cara Penggunaan Obat

a) Penggunaan obat tidak untuk pemakaian secara terus menerus.

b) Gunakan obat sesuai dengan anjuran yang tertera pada etiket atau brosur.

c) Bila obat yang digunakan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, hentikan penggunaan dan tanyakan kepada Apoteker dan dokter.

d) Hindarkan menggunakan obat orang lain walaupun gejala penyakit sama.

e) Untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap, tanyakan kepada Apoteker.

 

Cara Pemakaian Obat Yang Tepat

Obat digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan, pada saat yang tepat dan dalam jangka waktu terapi sesuai dengan anjuran.

images7_tgl_141008 obt_1.jpg

images8_tgl_141008 obt_2.jpg

Petunjuk Pemakaian Obat Oral (pemberian obat melalui mulut)

· Adalah cara yang paling lazim, karena sangat praktis, mudah dan aman. Yang terbaik adalah minum obat dengan segelas air.

· Ikuti petunjuk dari profesi pelayan kesehatan (saat makan atau saat perut kosong)

· Obat untuk kerja diperlama (long acting) harus ditelan seluruhnya. Tidak boleh dipecah atau dikunyah

· Sediaan cair, gunakan sendok obat atau alat lain yang telah diberi ukuran untuk ketepatan dosis. Jangan gunakan sendok rumah tangga.

· Jika penderita sulit menelan sediaan obat yang dianjurkan oleh dokter minta pilihan bentuk sediaan lain.

 

Petunjuk Pemakaian obat oral untuk bayi/anak balita :

· Sediaan cair untuk bayi dan balita harus jelas dosisnya, gunakan sendok takar dalam kemasan obatnya.

· Segera berikan minuman yang disukai anak setelah pemberian obat yang terasa tidak enak/pahit,

 

Petunjuk Pemakaian Obat Tetes Mata

· Ujung alat penetes jangan tersentuh oleh benda apapun (termasuk mata) dan

· selalu ditutup rapat setelah digunakan.

· Untuk glaukoma atau inflamasi, petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan harus diikuti dengan benar.

· Cara penggunaan adalah cuci tangan, kepala ditengadahkan, dengan jari telunjuk kelopak mata bagian bawah ditarik ke bawah untuk membuka  kantung konjungtiva, obat diteteskan pada kantung konjungtiva dan mata ditutup selama 1-2 menit, jangan mengedip.

· Ujung mata dekat hidung ditekan selama 1-2 menit

· Cuci tangan dicuci untuk menghilangkan obat yang mungkin terpapar pada tangan

 

Petunjuk Pemakaian Obat Salep Mata

· Ujung tube salep jangan tersentuh oleh benda apapun (termasuk mata).

· Cuci tangan, kepala ditengadahkan, dengan jari telunjuk kelopak mata bagian bawah ditarik ke bawah untuk membuka kantung konjungtiva, tube salep mata ditekan hingga salep masuk dalam kantung konjungtiva dan mata ditutup selama 1-2 menit. Mata digerakkan ke kiri-kanan, atas-bawah.

· Setelah digunakan, ujung kemasan salep diusap dengan tissue bersih (jangan dicuci dengan air hangat) dan wadah salep ditutup rapat.

· Cuci tangan untuk menghilangkan obat yang mungkin terpapar pada tangan.

 

Petunjuk Pemakaian Obat Tetes Hidung

· Hidung dibersihkan dan kepala ditengadahkan bila penggunaan obat dilakukan sambil berdiri dan duduk atau penderita cukup berbaring saja.

· Kemudian teteskan obat pada lubang hidung dan biarkan selama beberapa menit agar obat dapat tersebar di dalam hidung

· Untuk posisi duduk, kepala ditarik dan ditempatkan diantara dua paha Setelah digunakan, alat penetes dibersihkan dengan air panas dan keringkan dengan tissue bersih.

 

Petunjuk Pemakaian Obat Semprot Hidung

· Hidung dibersihkan dan kepala tetap tegak. Kemudian obat disemprotkan ke dalam lubang hidung sambil menarik napas dengan cepat.

· Untuk posisi duduk, kepala ditarik dan ditempatkan diantara dua paha

· Setelah digunakan, botol alat semprot dicuci dengan air hangat tetapi jangan sampai air masuk ke dalam botol kemudian dikeringkan dengan tissue bersih.

 

Petunjuk Pemakaian Obat Tetes Telinga

· Ujung alat penetes jangan menyentuh benda apapun termasuk telinga

· Cuci tangan sebelum menggunakan obat tetes telinga

· Bersihkan bagian luar telinga dengan "cotton bud"

· Jika sediaan berupa suspensi, sediaan harus dikocok terlebih dahulu

· Cara penggunaan adalah penderita berbaring miring dengan telinga yang akan ditetesi obat menghadap ke atas. Untuk membuat lubang telinga lurus sehingga mudah ditetesi maka bagi penderita dewasa telinga ditarik ke atas dan ke belakang, sedangkan bagi anak-anak telinga ditarik ke bawah dan ke belakang. Kemudian obat diteteskan dan biarkan selama 5 menit

· Bersihkan ujung penetes dengan tissue bersih.

 

Petunjuk Pemakaian Obat Supositoria

· Cuci tangan, suppositoria dikeluarkan dari kemasan, suppositoria dibasahi dengan air.

· Penderita berbaring dengan posisi miring dan suppositoria dimasukkan ke dalam rektum.

· Masukan supositoria dengan cara bagian ujung supositoria didorong dengan ujung jari sampai melewati otot sfingter rektal; kira-kira ½ - 1 inchi pada bayi dan 1 inchi pada dewasa.

· Jika suppositoria terlalu lembek untuk dapat dimasukkan, maka sebelum digunakan sediaan ditempatkan dalam lemari pendingin selama 30 menit kemudian tempatkan pada air mengalir sebelum kemasan dibuka

· Setelah penggunaan suppositoria, tangan penderita dicuci bersih.

 

Petunjuk Pemakaian Obat Krim/Salep rektal

· Bersihkan dan keringkan daerah rektal, kemudian masukkan salep atau krim secara perlahan ke dalam rektal.

· Cara lain adalah dengan menggunakan aplikator. Caranya adalah aplikator dihubungkan dengan wadah salep/krim yang sudah dibuka, kemudian dimasukkan ke dalam rektum dan sediaan ditekan sehingga salep/krim keluar.

· Buka aplikator dan cuci bersih dengan air hangat dan sabun.

· Setelah penggunaan, tangan penderita dicuci bersih

 

Petunjuk Pemakaian Obat Vagina

· Cuci tangan sebelum menggunakan obat dan gunakan aplikator sesuai dengan petunjuk penggunaan dari industri penghasil sediaan.

· Jika penderita hamil, maka sebelum menggunakan obat sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan profesional perawatan kesehatan.

· Penderita berbaring dengan kedua kaki direnggangkan dan dengan menggunakan aplikator obat dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin tanpa dipaksakan dan biarkan selama beberapa waktu.

· Setelah penggunaan, aplikator dan tangan penderita dicuci bersih dengan sabun dan air hangat.

 

Efek Samping

Efek samping obat adalah setiap respons obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat dengan dosis atau takaran normal pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi.

Yang perlu diketahui tentang efek samping adalah :

Baca dengan seksama kemasan atau brosur obat, efek samping yang mungkin timbul.

Untuk mendapatkan informasi tentang efek samping yang lebih lengkap dan apa yang harus dilakukan bila mengalaminya, tanyakan pada Apoteker.

Efek samping yang mungkin timbul antara lain reaksi alergi gatal-gatal, ruam, mengantuk, mual dan lain-lain.

Penggunaan obat pada kondisi tertentu seperti pada ibu hamil, menyusui, lanjut usia, gagal ginjal dan lain-lain dapat menimbulkan efek samping yang fatal, penggunaan obat harus di bawah pengawasan dokter - Apoteker.

 

Cara Penyimpanan Obat

1. Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat. Simpan obat pada suhu kamar dan terhindar dari sinar matahari langsung atau seperti yang tertera pada kemasan.

2. Simpan obat ditempat yang tidak panas atau tidak lembab karena dapat menimbulkan kerusakan.

3. Jangan menyimpan obat bentuk cair dalam lemari pendingin agar tidak beku, kecuali jika tertulis pada etiket obat.

4. Jangan menyimpan obat yang telah kadaluarsa atau rusak.

5. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

 

Tanggal Kadaluarsa

Tanggal kadaluarsa menunjukkan bahwa sampai dengan tanggal yang dimaksud, mutu dan kemurnian obat dijamin masih tetap memenuhi syarat.

Tanggal kadaluarsa biasanya dinyatakan dalam bulan dan tahun. Obat rusak merupakan obat yang mengalami perubahan mutu, seperti :

 

1. Tablet

- Terjadinya perubahan warna, bau atau rasa

- Kerusakan berupa noda, berbintik-bintik, lubang, sumbing, pecah, retak dan atau terdapat benda asing, jadi bubuk dan lembab

- Kaleng atau botol rusak

2. Tablet salut

- Pecah-pecah, terjadi perubahan warna

- Basah dan lengket satu dengan lainnya

- Kaleng atau botol rusak sehingga menimbulkan kelainan fisik

3. Kapsul

- Perubahan warna isi kapsul

- Kapsul terbuka, kosong, rusak atau melekat satu sama lain

4. Cairan

- Menjadi keruh atau timbul endapan

- Konsistensi berubah

- Warna atau rasa berubah

- Botol plastik rusak atau bocor

5. Salep

- Warna berubah

- Pot atau tube rusak atau bocor

- Bau berubah

 

Dosis

Dosis merupakan aturan pemakaian yang menunjukkan jumlah gram atau volume dan frekuensi pemberian obat untuk dicatat sesuai dengan umur

dan berat badan pasien.

- Gunakan obat tepat waktu sesuai aturan pemakaian.

Contoh :

Tiga kali sehari berarti obat diminum setiap 8 jam sekali

Obat diminum sebelum atau sesudah makan

Jika menggunakan obat-obat bebas, ikuti petunjuk pada kemasan atau brosur/leaflet

- Bila terlupa minum obat :

Minumlah dosis yang terlupa segera setelah ingat, tetapi jika hamper mendekati dosis berikutnya, maka abaikan dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal selanjutnya sesuai aturan.

Jangan menggunakan dua dosis sekaligus atau dalam waktu yang berdekatan.

 

Hal-hal yang harus Diperhatikan

1. Kemasan/wadah

Harus tersegel dengan baik, tidak rusak, tidak berlubang, tanggal kadaluarsa jelas terbaca.

2. Penandaan pada wadah

- Baca zat berkhasiat dan manfaatnya

- Baca aturan pakainya, misalnya sebelum atau sesudah makan

- Untuk pencegahan overdosis, jangan minum obat 2 kali dosis bila sebelumnya lupa minum obat

- Baca kontraindikasinya

Misalnya:

- tidak boleh diminum oleh ibu hamil/menyusui

- tidak boleh diminum oleh penderita gagal ginjal

- Baca efek samping yang mungkin timbul

- Baca cara penyimpanannya

3. Bila ragu tanyakan pada Apoteker

4. Bila sakit berlanjut hubungi dokter

 

(Sumber : farmasi.dinkeskaltim)

 

Parent Category: Artikel & Konten
Category: Berita Farmasi